Senin, 05 April 2010

gizi kerja

Ilmu gizi pada umumnya mempelajari bagaimana memberikan makanan sebaik-baiknya sehingga kesehatan tubuh menjadi sangat optimal. Gizi kerja adalah nutrisi atau zat makanan yang diperlukan oleh para pekerja untuk memenuhi kebutuhan kalori sesuai dengan jenis pekerjaannya, sehingga kesehatan dan daya kerja menjadi setinggi-tingginya. Gizi kerja yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja dan kesehatan tenaga kerja yang baik akan mempengaruhi produktifitas tenaga kerja yang berarti akan meningkatkan produktifitas perusahaan serta peningkatan produktifitas nasional.
Ada 6 macam unsur gizi dalam makanan yang dibutuhkan manusia, sedangkan fungsi unsur gizi dalam tubuh manusia antara lain:
1. Zat makanan pemberi kalori terdiri dari unsur gizi: karbohidrat, lemak, protein
2. Zat pembangun terdiri dari unsur gizi: protein, lemak, mineral dan air.
3. Zat pengatur terdiri dari unsur gizi: protein, mineral, air dan vitamin.
Sedangkan zat gizi adalah zat-zat yang diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi dan mempunyai nilai yang sangat penting (tergantung dari macam-macam bahan makanannya) untuk memperoleh energi guna melakukan kegiatan fisik sehari-hari bagi para pekerja. Termasuk dalam memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan yaitu penggantian sel-sel yang rusak dan sebagai zat pelindung dalam tubuh (dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh). Proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan yang terpelihara dengan baik akan menunjukkan baiknya kesehatan yang dimiliki seseorang. Seseorang yang sehat tentunya memiliki daya pikir dan daya kegiatan fisik sehari-hari yang cukup tinggi (Marsetyo dan Kartasapoetra, 1991).



Fungsi dari zat gizi antara lain:
1. Memelihara proses tubuh terutama bagi yang sedang dalam masa pertumbuhan.
2. Memperoleh energi untuk melakukan kegiatan fisik sehari-hari.
Dalam melakukan aktifitas sehari-hari tubuh kita memerlukan tenaga. Tenaga ini ini diperoleh dari makanan yang dikonsumsi namun makanan yang dikonsumsi tidak dapat langsung digunakan tapi diubah menjadi zat-zat yang dapat diserap oleh tubuh baru diubah menjadi sumber energi. Adapun makanan yang dikonsumsi harus memiliki kadar gizi yang baik atau biasa disebut makanan berimbang (Balance Diet).
Dalam menyusun menu makanan juga perlu diingat dan diperhatikan masalah menu berimbang/adekuat untuk perorangan atau untuk kelompok sehingga komposisi:
1. Lemak : 20% dari total kalori
2. Protein : 10 - 15% dari total kalori
3. ¬¬¬Karbohidrat : 65 - 70% dari total kalori
Jumlah minimal yang harus dikonsumsi dari masing–masing zat gizi tersebut adalah:
1. Karbohidrat : 50 - 90 gr/hari
2. Protein : 0,8/Kg BB/hari
3. Mineral terbagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Makronutrien => 0,005% BB
Contoh: Calsium, Chloride, Magnesium, Kalium, Sulfur, Natrium.
b. Mikronutrien => 0,005% BB
Contoh: Arsen, Nikel, Seng, Silikon, Yodium, Bromine, Bismut.
Masalah-masalah yang juga perlu diperhatikan dalam penyusunan menu bagi tenaga kerja adalah antara lain:
1. Pola makan.
2. Kepercayaan atau agama.
3. Keuanagan.
4. Daya cerna.
5. Mudah dibuat.
6. Volume yang seimbang.
Pedoman untuk penyusun menu berimbang adalah empat sehat lima sempurna. Pekerjaan sangat memerlukan tenaga atau energi yang digunakan untuk melakukan kegiatan ataupun kerja dan hal ini tergantung dari:
1. Umur.
2. Jenis kelamin.
3. Keadaan khusus.
4. Metabolisme.
5. Jenis pekerjaan.
6. Keadaan lingkungan.
Di dalam tubuh sering terjadi kegiatan sel yang biasa di sebut dengan metabolisme. Metabolisme basal adalah sejumlah tenaga yang diperlukan oleh tubuh alam kegiatan istirahat. Kalori yang perlu oleh tubuh diambil dari makanan, besra kecilnya kebutuhan kalori tersebut tergantung dari aktivitas tubuh. Kalori di hasilkan oleh pembakaran bahan-bahan makanan yang masuk kedalam tubuh dengan menggunakan oksigen dari udara.
Bilamana kalori yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tidak tercukupi dari bahan-bahan makanan yang masuk makan kebutuhan kalori akan di penuhi dengan mengambil zat-zat makanan yang ada di dalam tubuh dan ini akan berakibat turunnya berat badan. Sebaiknya apabila ada kelabihan kalori akan di simpan sebagai lemak cadangan yang berakibat naiknya berat badan. Kalori intake di dapat dari makanan berimbang yang terjadi dari karbohidrat, protein dan lemak. Lemak adalah penghasil kalori tebanyak yaitu menghasilkan 4 kalori (tiap pembakaran 1 gram). Kalori intake yang masuk ke dalam tubuh digunakan dalam bentuk:
1. Metabolisme basal, yaitu sejumlah tenaga yang diperlukan oleh tubuh dalam kegiatan istirahat.
2. Pengaruh makanan atas kegiatan tubuh kira-kira 10% dari kegiatan metabolisme basal.
3. Kerja otot.
Selain itu besarnya kalori yang dianjurkan di tempat kerja adalah 0,4 dari kebutuhan total kalori yang diperlukan oleh tenaga kerja. Pemberian makanan di tempat kerja dilakukan dua kali sehari yaitu pemberian makanan selingan dan makan berat di tempat kerja dengan perbandingan 1 : 4. Makanan yang diberikan kepada tenaga kerja harus bersifat ringan mengandung kalori yang diperlukan.
Berdasarkan proporsi kegiatan yang dilakukan seseorang, pekerjaan seseorang dapat dikategorikan berat, ringan, atau sedang. Menurut WHO (1998) kebutuhan kalori per hari seseorang sebagai berikut:
JENIS KELAMIN BERAT BADAN (Kg) KALORI
Laki-laki 60 3000
55 2900
50 2600
JENIS KELAMIN BERAT BADAN (Kg) KALORI
Perempuan 50 2050
45 2000
40 1800
Tabel 1. Kebutuhan Kalori Per Hari (diambil dari “The Health Aspecth Of Food and Nutrition” Western Pascific Office, Manila WHO 1968”)
Dan kebutuhan kalori tersebut masih harus dikoreksi dengan:
1. Tabel penyesuaian menurut umur.
Umur (Tahun) Persen (%)
20-30 100
30-40 97,0
40-50 94,0
50-60 86,4
60-70 79,0
Lebih 70 69,0




2. Tabel penyesuaian kebutuhan kalori menurut derajat kegiatan.
Berat Badan (Kg) TK 0
Dikurangi TK I
Standart TK II TK III
41-50 -530 0 +360 +810
51-60 -610 0 +390 +870
61-70 -690 0 +400 +900
71-80 -760 0 +410 +930
Hanya pemeliharaan tubuh (istirahat bukan basal) Pekerjaan administrasi, rumah, pengemudi, mengetik Tukang dan petani yang punya keahlian Pekerjaan buruh kasar

3. Keadaan hamil bagi wanita, kebutuhan kalori ditambah 10% dari kebutuhan kalori total.
4. Tabel kebutuhan energi tenaga kerja menurut Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi, 1983.
Jenis Kegiatan Laki-laki Wanita
Ringan 2380 1800
Sedang 2650 2150
Berat 3400 2600

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menganalisa bahan makanan yaitu:
1. Untuk menentukan suatu bahan makanan dipastikan dahulu yang dapat dimakan (edible portion), untuk dibuat contoh yang homogen dan representatif.
2. Bahan yang di analisa adalah bahan mentah.
3. Dihitung setiap 100 gram bahan yang dimakan atau yang lazim di makan.
4. Untuk menentukan nilai kalori bisa dilihat pada buku tabel referensi (tabel analisa bahan makanan).
Maksud daftar analisa bahan makanan ini adalah untuk meringkas atau mengiktisarkan pengetahuan tentang nilai gizi bahan makanan yang terdapat di indonesia. Daftar analisa bahan makanan sehari yang dapat memenuhi standar yang dianjurkan, baik untuk perseorangan maupun kelompok.
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi tenaga kerja, antara lain:
1. Faktor ekonomi.
2. Faktor pengetahuan tentang gizi.
3. Faktor prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu.
4. Faktor fadhisme, yaitu kesukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu.
5. Faktor-faktor lingkungan kerja.
Hal ini menentukan pengaruh-pengaruh yang sangat nyata terhadap keadaan gizi tenaga kerja. Selain itu juga ada faktor lingkungan yang penting diantaranya:
1. Tekanan panas.
2. Pengaruh kronis bahan kimia.
3. Parasit dan mikro organisme.
4. Faktor psikologis.
5. Kesejahteraan tinggi tanpa memperhatikan gizi dan kurang olah raga.
Dalam penerapan gizi di perusahaan bias dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan:
1. Pengadaan kantin
a. Tanggung jawab pihak manajemen.
b. Lebih dari 50 orang, adalah biaya dari perusahaan.
c. Letak terpisah.
d. Luas 25 m2 untuk kira-kira 50 orang.
e. Pemberian makan ketika waktu istirahat atau kira-kira 4 - 5 jam setelah bekerja.
f. Petugas dapat penyuluhan tentang kesehatan, gizi dan kebersihan.
g. Petugas harus dikontrol kesehatannya.
h. Pakaian khusus bagi para petugas.
i. Sebaiknya dilayani dengan kupon.
2. Penyuluhan gizi dan kesehatan.
Terhadap semua karyawan termasuk staf dan petugas kantin.
Produktivitas kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya yang mempunyai peranan sangat penting dan menentukan adalah kecukupan gizi. Faktor ini akan menentukan prestasi kerja tenaga kerja karena adanya kecukupan dan penyebar kalori yang seimbang selama bekerja. Seseorang yang berstatus gizi kurang tidak mungkin mampu bekerja dengan hasil yang maksimal karena prestasi kerja dipengaruhi oleh derajat kesehatan seseorang. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja lebih giat, produktif, dan teliti sehingga dapat mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi dalam bekerja.

Perundang – undangan
1. Peraturan Menteri Perburuhan No.7 Tahun 1964 tentang Syarat-syarat Kebersihan dan Kesehatan serta Penerangan di Tempat Kerja.
2. SE Menaker No. 1 Tahun 1979 tentang Penyediaan Ruang Makan dan Kantin bagi Tenaga Kerja.
3. Peraturan Menkes RI No. 712/Menkes/Per/X/1986 tentang Persyaratan Jasa Boga.
4. Peraturan Menkes RI No. 329/Menkes/Per/XII/1976 tentang Produksi dan Peredaran Makanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar