Minggu, 15 November 2009

gizi kerja----> gizi...semester 5

Dalam melakukan aktifitas sehari-hari tubuh kita memerlukan tenaga. Tenaga ini ini diperoleh dari makanan yang dikonsumsi namun makanan yang dikonsumsi tidak dapat langsung digunakan tapi diubah menjadi zat-zat yang dapat diserap oleh tubuh baru diubah menjadi sumber energi. Adapun makanan yang dikonsumsi harus memiliki kadar gizi yang baik atau biasa disebut makanan berimbang (Balance Diet).
Ilmu gizi pada umumnya mempelajari bagaimana memberikan makanan sebaik-baiknya sehingga kesehatan tubuh menjadi sangat optimal. Gizi kerja adalah nutrisi atau zat makanan yang diperlukan oleh para pekerja untuk memenuhi kebutuhan kalori sesuai dengan jenis pekerjaannya, sehingga kesehatan dan daya kerja menjadi setinggi-tingginya. Gizi kerja yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja dan kesehatan tenaga kerja yang baik akan mempengaruhi produktifitas tenaga kerja yang berarti akan meningkatkan produktifitas perusahaan serta peningkatan produktifitas nasional.
Ada 6 macam unsur gizi dalam makanan yang dibutuhkan manusia, sedangkan fungsi unsur gizi dalam tubuh manusia antara lain :
1. Zat makanan pemberi kalori terdiri dari unsur gizi : Karbohidrat, lemak, protein
2. Zat pembangun terdiri dari unsur gizi : Protein, Lemak, Mineral, dan Air.
3. Zat pengatur terdiri dari unsur gizi : Protein, Mineral, Air, dan Vitamin.
Jumlah minimal yang harus dikonsumsi dari masing – masing zat gizi tersebut adalah :
1. Karbohidrat : 50-90 gr/hari
2. Protein : 0,8/Kg BB/hari
3. Mineral terbagi menjadi 2 macam yaitu :
a. Makronutrien => 0,005% BB
Contoh : Calsium, Chloride, Magnesium, Kalium, Sulfur, Natrium.
b. Mikronutrien => 0,005% BB
Contoh : Arsen, Nikel, Seng, Silikon, Yodium, Bromine, Bismut.
Dalam menyusun menu makanan perlu diingat dan diperhatikan masalah menu berimbang/adekuat untuk perorangan atau untuk kelompok sehingga komposisi :
1. Lemak : 20% dari total kalori
2. Protein : 10-15% dari total kalori
3. ¬¬¬Karbohidrat : 65-70% dari total kalori
Masalah-masalah yang juga perlu diperhatikan dalam penyusunan menu bagi tenaga kerja adalah antara lain ;
1. Pola makan.
2. Kepercayaan atau agama.
3. Keuanagan.
4. Daya cerna.
5. Mudah dibuat.
6. Volume yang seimbang.
Pedoman untuk penyusun menu berimbang adalah Empat Sehat Lima Sempurna. Pekerjaan sangat memerlukan tenaga atau energi yang digunakan untuk melakukan kegiatan ataupun kerja dan hal ini tergantung dari :
1. Umur.
2. Jenis kelamin.
3. Keadaan khusus.
4. Metabolisme.
5. Jenis pekerjaan.
6. Keadaan lingkungan.
Besarnya kalori yang dianjurkan di tempat kerja adalah 0,4 dari kebutuhan total kalori yang diperlukan oleh tenaga kerja. Pemberian makanan di tempat kerja dilakukan dua kali sehari yaitu pemberian makanan selingan dan makan berat di tempat kerja dengan perbandingan 1 : 4. Makanan yang diberikan kepada tenaga kerja harus bersifat ringan mengandung kalori yang diperlukan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi tenaga kerja, antara lain:
1. Faktor ekonomi.
2. Faktor pengetahuan tentang gizi.
3. Faktor prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu.
4. Faktor fadhisme, yaitu kesukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu.
5. Faktor-faktor lingkungan kerja.
Ini menentukan pengaruh-pengaruh yang sangat nyata terhadap keadaan gizi tenaga kerja. Faktor lingkungan yang penting adalah:
1. Tekanan panas.
2. Pengaruh kronis bahan kimia.
3. Parasit dan mikro organism.
4. Faktor psikologis.
5. Kesejahteraan tinggi tanpa memperhatikan gizi dan kurang olah raga.
Penerapan gizi di perusahaan dengan:
1. Pengadaan kantin
a. Tanggung jawab pihak manajemen.
b. Lebih dari 50 orang, adalah biaya dari perusahaan.
c. Letak terpisah.
d. Luas 25 m2 untuk kira-kira 50 orang.
e. Pemberian makan ketika waktu istirahat atau kira-kira 4-5 jam setelah bekerja.
f. Petugas dapat penyuluhan tentang kesehatan, gizi dan kebersihan.
g. Petugas harus dikontrol kesehatannya.
h. Pakaian khusus bagi para petugas.
i. Sebaiknya dilayani dengan kupon.
2. Penyuluhan gizi dan kesehatan.
Terhadap semua karyawan termasuk staf dan petugas kantin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar